Logo-Vertikal-WarnaLogo-Vertikal-WarnaLogo-Vertikal-WarnaLogo-Vertikal-Warna
  • Beranda
  • Artikel
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Unik
    • Kasus
  • Komik
  • Tentang Kami
    • Tim SainsPop
    • Kontak
    • Kabar
  • Kontribusi
    • Sumbang Konten
    • Gabung Sebagai Kontributor
    • Jadi Partner
Komik Sains

Sasa & Popo : Di garda depan

  • Home
  • Komik Sains
  • Sasa & Popo : Di garda depan
«
‹
∞
›
»
«
‹
∞
›
»
Sasa & Popo : Awal Mula…
May 1, 2020
Sasa & Popo : Gejala
May 2, 2020
Published by Keni Vidilaseris on May 1, 2020
Categories
Tags

    Sampai saat ini, lebih dari 3,1 juta orang di dunia dikonfirmasi terinfeksi COVID-19 dengan jumlah kematian lebih dari 226 ribu jiwa (https://coronavirus.jhu.edu/map.html, diakses pada 30 April 2020).
    .
    Pandemi ini menyebabkan banyak rumah sakit dan tenaga medis kewalahan. Bahkan banyak diantaranya yang meninggal dunia 😭. .

    Maka dari itu, sudah seharusnya lah kita memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang merawat korban COVID-19 ini. Mereka rela mengorbankan tenaga, waktu, dan bahkan jiwanya untuk bertarung menangani ini.
    .
    Selain itu, di samping tenaga medis, kita juga harus memberikan penghormatan kepada sosok-sosok di belakang layar yang bekerja siang-malam dan tanpa kenal lelah memahami tentang virus dan penyakitnya, dan mencari serta mengembangkan obat dan vaksin COVID-19.
    .
    Mereka adalah para ilmuwan.
    .
    Seperti kita tahu, sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan COVID-19 sehingga kerja keras mereka sangat dibutuhkan agar penyakit ini bisa segera dimusnahkan dari muka bumi.
    .
    Bukti kerja para ilmuwan ini bisa dilihat dari jumlah publikasi ilmiah tentang penyakit ini sejak awal pandemi sampai sekarang. Menurut situs Quartz (https://qz.com/1834521/scientific-papers-on-novel-coronavirus-doubling-every-14-days/), jumlah publikasi ilmiah mengenai virus korona berlipat ganda setiap 2 minggu. Sejak 21 Januari 2020 sampai 8 April 2020 saja, terdapat 2987 publikasi ilmiah yang ditulis oleh lebih dari 8000 ilmuwan. Mungkin kalo dicek lagi, saat ini jumlah publikasi ilmiahnya bisa mencapai 6000. 😲
    .
    Salut! 🤩
    .
    Ayo tetap jaga jarak dan keep fighting! ✊

    Share
    0
    Keni Vidilaseris
    Keni Vidilaseris
    Keni Vidilaseris adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak 2014. Ia menyelesaikan S1 dan S2-nya di Kimia, ITB. Ia juga mendapatkan gelar doktor dalam bidang Biologi molekuler dari Universitas Vienna, Austria pada tahun 2014. Bidang yang ditekuninya adalah penentuan struktur protein dengan menggunakan metoda Sinar-X. Dia adalah pencetus dan salah satu pendiri SainsPOP.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    SainsPop adalah situs yang berisi konten-konten tentang sains dan teknologi berbahasa Indonesia. Konten kami bisa berupa berita sains populer maupun sains dasar dengan gaya bahasa yang telah disederhanakan.

    Baca profil lengkap

    Ayo Berlangganan!

    Masukkan email dan nama kamu

    Dan dapatkan konten-konten terbaru yang menarik di dunia sains dan teknologi langsung di inbox email kamu

    [email protected]
    nama depan
    nama belakang
    Become a Patron!
    © 2026 Betheme by Muffin group | All Rights Reserved | Powered by WordPress

    Ayo Berlangganan

    Masukin email dan nama kamu

    dan dapatkan konten-konten menarik tentang sains dan teknologi langsung di inbox email kamu

    [email protected]
    Nama depan
    Nama belakang